Istri Ogah Layani Suami Ketahuan Sudah Digenjot Nasabah Bank

nasabah bank
nasabah bank

Istri Ogah Layani Suami Ketahuan Sudah Digenjot Nasabah Bank

Mami Judi – Punya suami pegawai bank, memanglah dambaan Wahyuni, 30. Namun nyatanya, nasabah banyak yang lebih kaya dari suami. Pada akhirnya Wahyuni juga mesum dengan sang nasabah. Rustam, 35, jadi suami baru sadar saat terakhir istri ogah melayani di ranjang. Nyatanya diluar tempat tinggal Wahyuni telah glegeken (kenyang) berbarengan nasabah.

Upah pegawai bank biasanya menjanjikan, hingga banyak perempuan mengidamkan suami yang pegawai bank, beberapa syukur tingkat direktur. Namun tidak semuanya harapan itu dapat kesampaian. Bila nasib lagi apes, maunya bertemumi pegawai bank, eh….. dapatnya jadi Bang Samiun dengan kata lain tukang becak yang sedikit uangnya namun banyak genjotannya.

Rupanya Wahyuni warga Wonorejo, Surabaya, termasuk juga makbul doanya. Dalam umur 26 th. dia memperoleh jodoh pegawai bank. Kesempatan itu begitu besar, karna Wahyuni sendiri juga pegawai bank. Jadi dari jalinan antar-bank itu pada akhirnya keduanya dapat jalinan intim, dalam kemampuan jadi suami istri.

Upah mereka saat dikombinasi tidak kurang dari Rp 20 juta. Lumayan besarlah, hingga mereka dapat ambillah tempat tinggal di real estate daerah Wonorejo. Namanya orang banyak uang, hiburannya demikian banyak. Karena itu hingga 2 th. menikah Rustam-Wahyuni setuju tidak mau miliki anak dahulu. Lain dengan orang miskin, karna hiburannya cuma saat kumpul bini pada akhirnya miliki anak bererot.

Karna hidup dengan upah cukup serta hiburan banyak, Rustam-Wahyuni jadi lupa bakal program berketurunan. Empat th. menikah tidak juga miliki momongan. Takut kebablasan, umpamanya bini jadi gabug (mandul), terakhir Rustam coba “ngebut” untuk kejar tujuan. Namun sayang, saat ini Wahyuni telah ogah melayani di ranjang. Yang capeklah, yang baru palang merah. “Tanya tim transisi dahulu sono, baru kelak saya kasih, ” jadi demikian kata Wahyuni.

Kenyataanya

Kenapa saat ini Wahyuni beralih mencolok? Nyatanya diam-diam dia kecantol pada nasabahnya, Bahtiar, 50. Walau tambah lebih tua, namun duitnya moprol (royal). Sedikit-sedikit ngasih uang, sedikit-sedikit ngasih uang. Bahtiar duitnya memanglah seperti bah! Konsekwensinya, Wahyuni tidak dapat menampik saat Bahtiar juga mengajak kencan di hotel. Nyatanya, walau tambah lebih tua, permainan bola Bahtiar lebih jago, “tendangan”-nya senantiasa akurat.

Lain dengan suaminya, lebih muda namun lebih loyo. Tampilan Rustam juga tidak bagus-bagus sangat. Dinamakan Rustam, karna nyatanya pisiknya memanglah kurus serta hitam! Jadi sebenarnya suami Wahyuni ini seperti tiang telepon, cuma tengah tak ada putih-putihnya.

Lama-lama permainan Wahyuni dengan nasabahnya terbongkar. Sekali saat Rustam memergoki Wahyuni keluar dari hotel berbarengan seseorang lelaki dalam mobil Alphard. Telah dapat disangka apa yang berlangsung. Rustam juga ngamuk, gebrak-gebrak mobil lelaki yang membawa istrinya itu. “Maaf Mas, saya nasabah bini sampeyan. ” Kata si lelaki.

Namun Rustam telah tidak yakin, masak masalah dengan nasabah mesti di hotel semua. Walau dia tidak dapat menunjukkan segera tindakan mesum itu, namun kemauan Rustam telah bulat, mesti menceraikan bininya itu. Jadi sekian hari lantas dia mendaftarkan tuntutan cerai ke Pengadilan Agama Surabaya.

Untung belum miliki momongan.

Facebook Comments

Be the first to comment

Leave a Reply